Di Era Globalisasi Desaku Terendam Lumpur
Sidoarjo - Di era globalisasi teknologi bertambah maju pesat, desaku terendam lumpur. Dulu sebelum ada pengeboran minyak di desaku Reno Kenongo, desaku amat indah dan subur. Di kala pagi tiba, sawah hijau menghampar, burung-burung terbang berkicau menyambut pagi tiba, pak tani berangkat ke sawah menunaikan tugasnya, kariawan pabrik berangkat berduyun-duyun memenuhi jalan, sedangkan aku siap-siap berangkat ke sekolah begitu indah damai di hati.
Semenjak di desaku ada pengeboran minyak, harapan warga desa bisa menjadi desa maju dan sejahterah. Namun apa daya malah jadi perkara bagi desaku. Melihat kebocoran pipa gas seakan-akan remeh tidak bisa menenggelamkan desa seluas itu. Ledakan pipa gas seperti hari kiamat datang. Semua mencari keselamatan sendiri-sendiri. Yang tua-tua tanpa berbaju lari sejauh-jauhnya tanpa tujuan. Hati saya gemetar, takut melihat pemandangan seperti itu.
Sesudah kejadian itu, hari-hariku diselimuti ketakutan yang amat dalam. Di sekolah belajar tidak tenang, namun ku jalani saja. Kini giliran rumahku, rumah nenekku, rumah budheku semua terendam lumpur. Kenyamanan hidupku benar-benar terenggut. Saya hidup di rumah kontrakan. Keluarga dan family banyak yang hidup di pengungsian pasar baru porong. Tetangga dan teman-temanku hidup menyebar. Tak tahu dimana mereka tinggal.
Dengan kejadian ini saya berfikir teknologi bertambah maju, mengapa pengeboran minyak menghasilkan mala petaka bagi masyarakat. Apakah ini era globalisasi? Ataukah tangan-tangan manusia yang melakukan kelalaian. Atau ini merupakan adzab dari Allah. Karena manusianya kurang melestarikan lingkungan hanya mengurus hasilnya saja! Kalau begini selanjutnya dimana bumi yang akan aku pijak untuk meneruskan hidup.(lk/Ainiyah juara 3 lomba bercerita SP)
- Pengalaman
- dibaca 287x
- [0] komentar
| 04:55 |
Wanayasa, Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalur alternatif dari Jakarta menuju kota-kota bagian timur Pulau Jawa, mulai terlihat sejak Rabu (8/9) di wilayah Kecamatan Wanayasa, Berita > Jawa Barat > Ramanea FM |
| 22:48 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:40 |
"Saya Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:35 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:22 |
Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU |
| 21:24 |
Normal 0 false Berita > Kalimantan Barat > Deman Huri |
| 15:48 |
Landak(08/09).Desa Sabaka dan Ansolok meskipun hanya berjarak 5 km sampai 12 Km dari jalur sutra, tapi kodisi jalannya yang hancur total kini menjadikannya dua desa yang terisolir Berita > Kalimantan Barat > Deman Huri |
| 12:02 |
K FM Magelang - Kepolisian Resort Kota Magelang, memasang 4 kamera closed circuit television (CCTV) di perbatasan kota. CCTV dipasang untuk memantau lalu lintas dan mengatasi kemacetan di wilayah tersebut. Berita > Magelang > K FM |
| 11:54 |
K Fm Magelang-Rencana Pemerintah Kabupaten Magelang mengalokasikan subsidi pembelian pupuk urea tahun 2010 terancam batal. Gubernur Jawa Tengah belum menyetujui usulan tersebut. Berita > Magelang > K FM |
| 10:36 |
Migrasi ke kota menyebabkan interaksi dengan suku lain di kota-kota Indonesia Pengalaman > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
- ali13 berkata : membenahi system yang ...
- cepo ajj berkata : bapak Yth. mohon maf ...
- baok berkata : bagi pmrnth kami sbg ...
- Ibe berkata : Keikut sertaan pewarta ...
- zaenal berkata : Produk dari TAKESU ASIA ...
- al-one berkata : kpnkh Ds Borju mnjdi ...
- pupuk ajaib berkata : *** Lele panen 29 hari,Belut ...
- berkata : bagus kak fotonya aku ...
- muhammad jazri berkata : Aku banga ma kota ku ...
- andik berkata : terima kasih kalau ada ...





Wanayasa, Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalur alternatif dari Jakarta menuju kota-kota bagian timur Pulau Jawa, mulai terlihat sejak Rabu (8/9) di wilayah Kecamatan Wanayasa, 