Warga Jonggat Idamkan Bupati yang Utamakan Jalan
Sejumlah warga yang tinggal di wilayah Jonggat berharap bupati yang terpilih nanti, bupati yang mengutamakan infrastruktur seperti jalan. Jalan menurut masyarakat merupakan urat nadi kehidupan dalam segala bidang. Baik itu bidang pendidikan, ekonomi, budaya bahkan kesehatan.
Salah seorang warga desa Ubung Amaq Seniah misalnya berpendapat bahwa jalan sejauh ini bukan menjadi prioritas pemerintah. Ini terbukti dari banyaknya badan jalan yang rusak namun tidak juga diperbaiki.
“Sekarang ini lihat saja pak, jalan itu rusak di mana-mana namun hanya beberapa saja yang diperbaiki. Membuka jalan batupun menjadi impian yang mungkin sulit untuk dikabulkan.” katanya.
Hal yang tidak jauh beda disampaikan seorang warga desa Bungkate Adan, dirinya yang mencoba usaha jual beli barang-barang bekas perangkat computer sering rugi gara-gara barang yang ia bawa rusak justeru di jalan.
“Sering kita rugi pak, saat kita ambil ini monitor di Cakra dan kita coba, itu masih bagus. Tapi sesampai di rumah kita coba eh malah ada gangguan layarnya berkedip-kedip. Kita bukak monitornya ternyata ada bagian-bagian yang lepas. Ya kita pikir ini pasti akibat guncangan-guncangan saat di jalan tadi, karena lihat saja jalan yang ke desa saya ini walaupun diaspal tetap saja bergelombang. Nah nanti kita sangat ingin punya pemimpin yang otaknya berpikir agar bagaimana semua jalan di Lombok Tengah ini di Hotmix saja semuanya. Itu bukan hal yang mustahil karena Lombok Timur telah membuktikannya dan itu bisa.” katanya ketus.
Warga desa Jelantik Suherman juga berpendapat demikian, jalan yang bagus sangat mendukung perekonomian bahkan pendidikan sekalipun.
“Bayangkan saja pak, kalau jalan dari kampung ke kampung bagus anak-anak sekolah bisa tepat waktu ke sekolah tanpa harus hilang tenaga karena harus melalui jalan yang rusak, melompat sana-sini. Dari segi ekonomi itu sangat penting. Dan saya rasa bapak-bapak kita yang saat ini menjadi calon bupati sudah tahu hal ini. Tinggal keinginannya untuk mensejahterakan masyarakat itu serius atau tidak itu saja. Kalau serius ya jadikan jalan prioritas utama. Bupati yang begitu yang saya mau” Imbuhnya.
Salah seorang warga desa Barejulat Amaq Kesim juga ikut angkat bicara, selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir jalan yang menuju desa Barejulat rusak parah dan tidak juga diperbaiki. Kalaupun diperbaiki seminggu kemudian rusak lagi. Akibatnya bila naik kendaraan melewati jalan tersebut isi perutnya terasa mau keluar akibat goncangan yang diakibatkan banyaknya lubang di jalan Desa Barejulat tersebut.
“Pinggang saya mau copot rasanya bila melewati jalan ini pak, tulang rasanya juga mau remuk, mau pilih badan jalan yang bagus sudah tidak bisa lagi karena seluruh permukaan jalanya sudah rusak semua. Jadi saya berdoa semoga bupati yang terpilih nanti bupati yang tanggap terhadap keberadaan jalan di desa terutama di pelosok-pelosok.” harapnya. Semoga. (Sading)
- Pendapat
- dibaca 185x
- [0] komentar
| 04:55 |
Wanayasa, Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalur alternatif dari Jakarta menuju kota-kota bagian timur Pulau Jawa, mulai terlihat sejak Rabu (8/9) di wilayah Kecamatan Wanayasa, Berita > Jawa Barat > Ramanea FM |
| 22:48 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:40 |
"Saya Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:35 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 22:22 |
Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU |
| 21:24 |
Normal 0 false Berita > Kalimantan Barat > Deman Huri |
| 15:48 |
Landak(08/09).Desa Sabaka dan Ansolok meskipun hanya berjarak 5 km sampai 12 Km dari jalur sutra, tapi kodisi jalannya yang hancur total kini menjadikannya dua desa yang terisolir Berita > Kalimantan Barat > Deman Huri |
| 12:02 |
K FM Magelang - Kepolisian Resort Kota Magelang, memasang 4 kamera closed circuit television (CCTV) di perbatasan kota. CCTV dipasang untuk memantau lalu lintas dan mengatasi kemacetan di wilayah tersebut. Berita > Magelang > K FM |
| 11:54 |
K Fm Magelang-Rencana Pemerintah Kabupaten Magelang mengalokasikan subsidi pembelian pupuk urea tahun 2010 terancam batal. Gubernur Jawa Tengah belum menyetujui usulan tersebut. Berita > Magelang > K FM |
| 10:36 |
Migrasi ke kota menyebabkan interaksi dengan suku lain di kota-kota Indonesia Pengalaman > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
- ali13 berkata : membenahi system yang ...
- cepo ajj berkata : bapak Yth. mohon maf ...
- baok berkata : bagi pmrnth kami sbg ...
- Ibe berkata : Keikut sertaan pewarta ...
- zaenal berkata : Produk dari TAKESU ASIA ...
- al-one berkata : kpnkh Ds Borju mnjdi ...
- pupuk ajaib berkata : *** Lele panen 29 hari,Belut ...
- berkata : bagus kak fotonya aku ...
- muhammad jazri berkata : Aku banga ma kota ku ...
- andik berkata : terima kasih kalau ada ...





Wanayasa, Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalur alternatif dari Jakarta menuju kota-kota bagian timur Pulau Jawa, mulai terlihat sejak Rabu (8/9) di wilayah Kecamatan Wanayasa, 