Gondang , Warisan Yang Kurang Dihargai (4)
Migrasi ke kota menyebabkan interaksi dengan suku lain di kota-kota Indonesia yang penduduknya sebagian besar beragama Islam. Dalam lingkungan multi etnis ini, banyak orang Batak ketemu rasa identitas Batak yang menjadi lebih kuat terhadap suku lain.
Tetapi banyak orang Batak pula dalam proses menyatukan diri dengan masyarakat Indonesia meninggalkan banyak aspek bahasanya, budayanya, dan tradisinya.
Disisi lain ada bagian orang Batak kota yang menjadi lebih sadar tentang kepentingan identitas masyarakat Batak dan berusaha menegaskan rasa Batak dan memberikan dana untuk upacara tugu dan perayaan lain di desanya.
Ada orang Batak kota yang sudah menjadi yang sering membiayai upacara.
Mereka membawa estetis kosmopolitan yang adakalanya melawan estetis tradisi. Identifikasi dengan nilai-nilai mengenai kemoderenan, kemajuan, pendidikan dan kemakmuran sering diekspresikan dengan afinitas kepada apa yang dianggap moderen.
Misalnya sekarang di pesta atau upacara seolah-olah musik grup keyboard yang main poco-poco lebih laris dan dihargai daripada musik gondang yang lama punya peran sangat penting dalam upacara adat.
Pesta kawin yang moderen tidak lagi dianggap lengkap tanpa musik keyboard atau musik tiup yang main lagu pop batak atau pop barat, sebaliknya mungkin ansambel musik gondang dianggap kampungan oleh orang kota kecenderungan mengindentifikasi dengan modernitas tidak salah.
Kita semua harus hidup dalam dunia modern dan harus menghadapi media global dan periklanan, suka atau tidak makin bertambah mempengaruhi pikiran dan selera setiap orang.
Kita tidak mampu tinggal di masa dahulu dan melarikan diri dari kemajuan. Tetapi, ada ancaman bahwa dalam generasi ini kita dapat menghilangkan sejenis musik tradisi yang disebut gondang,
yang sampai akhir-akhir ini adalah manifestasi kebudayaan batak toba yang sangat penting baik dalam bidang masyarakat maupun bidang rohani.[bersambung]
[+]
Potensi Sipiongot Berlimpah Belum Dimanfaatkan [2]
Karena perjalanan seperti melakukan relli, tetap saja mengasyikkan, karena di sepanjang jalan terlihat pemandangan indah, seakan menjadi obat penghilang letih selama melewati medan jalan yang keadaanya memprihatinkan.
Ketika masih di jalan provinsi, timbul fikiran kok nggak ada perhatian pemerintah membangunan jalan tersebut, atau memang masyarakatnya tidak ada yang mengajukannya, sehingga pemerintah lupa dengan daerah tersebut.
Padahal, terlihat dari struktur alamnya, daerah tersebut adalah termasuk lahan yang sangat subur, kalau ada investor datang untuk membangun daerah ini, pasti mereka akan mendapat untung besar.
Selanjutnya setelah sampai di kota Kecamatan Dolok, yakni Sipiongot, hilanglah pikiran tentang pembangunan jalan provinsi, hingga muncul fikiran baru kok daerah ini disebut Sipiongot.
Sebenarnya, apa sih keunikan daerah, namanya ganjil, kemudian adalah niat untuk bertanya tentang cerita kenapa disebut Sipiongot.
Sipiongot, ibu Kota Kecamatan Dolok terletak di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), daerahnya diapit oleh pegunungan bebatauan yang memiliki ukiran tersendiri, membuat orang yang datang ke daerah itu merasa takjub dan keheranan,
Ibukota Kecamatan Dolok itu berada di tengah-tengah tiga gunung besar, masyarakat setempat memberi nama gunung tersebut yakni Sibonggaron, Tikka, dan Bartong, tidak tahu persis kenapa masyarakat membuat nama gunung tersebut seperti itu.
Ukiran gunnung itu terlihat beragam warna seperti merah, putih dan hitam, lengkungan batu, seperti berevolusi secara alamiah, sehingga terlihat begitu indah, memberikan pesona tersendiri.
Dahulu kala, menurut cerita masyarakat setempat, gunung-gunung itu memiliki penghuni yakni begu dengan sebutan masyarakat, (mahluk halus seperti jin dan setan-red).[SELESAI ]
[+]
Potensi Sipiongot Berlimpah Belum Dimanfaatkan [1]
Daerah tertinggal di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sebelum pemekaran dari wilayah Tapanuli Selatan memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah, bagai mutiara yang terkandung di perut bumi, anehnya hingga hari ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paluta belum berniat melihat potensi untuk dijadikan sebagai bahan memajukan Kabupaten Paluta.
Salah satu desa di Kabupaten Paluta, Desa Baringin Silangge Kecamatan Dolok Kabupaten Paluta memiliki sejuta potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf perekenomian masyarakat.
Jika ditempuh dari kota Kabupaten Paluta Gunung Tua menuju kota Kecamatan Dolok Sipiongot dengan jarak sekitar 77 kilometer, tetapi akibat jalan yang rusak meskipun jalan provinsi menghabiskan waktu tempuh hingga tujuh jam.Perjalanan harus melewati jalan–jalan terjal, sekalipun jalan itu jalan provinsi, anehnya sepertinya pembangunan sangat nihil, terlihat bongkahan batu-batu besar, mungkin puluhan tahun silam jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan.
Seyogianya, Pemkab Paluta dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat melakukan koordinasi sehingga pembangunan dapat direaliasikan secara signifikan, sebab jika potensi itu dikelola dapat meningkat tarap ekonomi masyarakat sekitar, dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Paluta.
Ketika di dalam kendaraan terasa jantung berdebar, ngeri dan ketakutan seperti mobil akan terbalik dan terjatuh ke jurang yang dalamnya sampai 100 hingga 150 meter, kemudian lobang-lobang jalan menganga, seperti menanti maut, rasanya sepanjang perjalanan begitu mengkhawatirkan.[bersambung]
[+]
Rakom Harosuhta 107.8 Fm Sumber Hiburan Dan Jembatan Informasi Bagi Daerah Pedalaman di Kecamatan Raya
Pam.Raya-Simalungun, Rakom Harosuhta Fm mempunyai peranan penting sebagai sarana hiburan dan sumber informasi bagi masyarakat pedalaman di Kabupaten Simalungun khususnya yang berlokasi di daerah pedalaman. [+]
Gondang , Warisan Yang Kurang Dihargai (3)
Aspek-Aspek Sejarah- Ansambel musik yang memakai alat-alat terbuat dari perunggu, di Sumatera biasanya terdiri dari perlengkapan yang punya empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantung,dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng. Satu Ansambel yang khas jenis ini ada gondang sabangunan dari batak toba. Ansambel ini masih dipakai dalam upacara agama Parmalim. Gondang sabangunan punya peran yang penting sekali dalam upacara agama tersebut.
Seperti pada catatan di atas, Ansambel terdiri dari 4 gong yang main siklus irama gongan yang singkat, perlengkapan lima kendang yang dikunci, satu sarune (alat tiup/ obo), satu kendang besar dan satu alat perkusi (biasanya botol) untuk memperkuatkan irama.
Musik gondang sabangunan dipakai dalam upacara agama untuk menyampaikan doa manusia ke dunia atas. Waktu musik dimainkan, pemain sarune dan pemain taganing dianggap sebagai menifestasi Batara Guru.
Musik ini dipergunakan untuk berkomunikasi dengan dunia atas dan rupanya tranformasi pemain musik ini terjadi untuk memudahkan hubungan dengan dunia atas.
Transformasi paradigma ini di mitos Batak sangat mirip yang ada di Bali menunjuk bukti tidak langsung bahwa ada hubungan purbakala diantara kebudayaan Batak Toba dan kebudayaan Bali.
Biarpun hal ini tidak dapat dibuktikan, ada kemungkinan yang berhubungan dengan sejarah, karena kedua kebudayaan masing-masing berhubungan paling sedikit sebagai batas keluar kerajaan majapahit.
Bersangkut dengan konsep kosmos bertingkat tiga ada konsep tentang faktor mediasi; pohon kosmos atau pohon hidup. Pohon mitos ini yang menghubungkan tiga dunia punya hubungan simbolis dengan pohon Bodhi dalam agama Budha, kayon di wayang Bali dan Jawa, dan barangkali konsep ini lebih tua dari agama Budha dan agama Hindu.
Dalam konsepsi Batak peran musik mirip peran pohon kosmos; musik juga menguhubungkan dunia masing-masing. Melalui musik gondang batasan diantara dunia dapat ditembus, doa manusia dapat sampai kepada debata, dan berkah debata dapat sampai kepada manusia.
Dengan kedatangan agama Kristen ke Tanah Batak, pokok kebudayaan Batak sangat diubah sekali. Interaksi dengan agama baru ini dan nilai-nilai barat menggoncangkan kebudayaan tradisi batak toba sampai ke akarnya.
Menurut gereja Kristen musik gondang berhubungan dengan kesurupan, pemujaan roh nenek moyang, dan agama Batak asli, terlalu bahaya untuk dibolehkan terus dimainkan lagi. Pada awal abad kedua puluh Nommensen minta pemerintah kolonial Belanda untuk melarang upacara bius dan musik gondang.
Larangan ini bertahan hampir empat puluh tahun sampai pada tahun 1938. Itu merupakan suatu pukulan utama untuk agama tradisi Batak Toba dan musik gondang yang sangat terkait dengan agama tsb.[Bersambung]
[+]
Warga Menggelar Ritual. di Sekitar Gunung Sinabung

Karo, Beberapa desa di sepanjang jalan raya dari Kecamatan Payung hingga Kecamatan Tiganderket sudah ramai penduduk, warga sudah kembali dari pengungsian. [+]
WARGA BABAKAN TERKESAN ACUH TERHADAP PNPM
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan(PNPM) di Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon masih Tabu didengar oleh masyarakat setempat. Apalagi untuk mengetahui apa arti dan tujuan dari kebijakan program pemerintah tersebut. PNPM yang pada dasarnya adalah bertujuan untuk membantu masyarakat minoritas dalam ekonomi dan salah satu program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di setiap wilayah yang ada di Indonesia. [+]
GONDANG, “Musik Batak” Yang Kurang Dihargai (2)
Musik tradisi masyarakat Batak Toba disebut gondang. Ada tiga arti untuk kata “gondang” : 1. Satu jenis musik tradisi Batak toba; 2. Komposisi yang ditemukan dalam jenis musik, misalnya komposisi berjudul Gondang Mula-mula, Gondang Haroharo dsb; dan 3. Alat musik “kendang”.
Ada 2 ansambel musik gondang, yaitu Gondang Sabangunan yang biasanya dimainkan di halaman rumah; dan gondang Hasapi yang biasanya dimainkan dalam rumah.
Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup-”obo), tagading (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb), gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme, empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama.
Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jaw, India, Cina, dsb. Pemain sarune mempergunakan teknik
yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas.
Seperti disebut di atas, tagading adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune.
Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do, re, mi, fa, sol.
Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik, dan sejauh yang saya tahu, tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini.
Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali, sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel, variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain tagading.
Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompok dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga.
Ogung terdiri dari empat gong yang masing-masing punya peran dalam struktur irama. Pola irama gondang disebut doal, dan dalam konsepsinya mirip siklus gongan yang ditemukan dimusik gamelan dari Jawa dan Bali, tetapi irama siklus doal lebih singkat.
Sebahagian besar repertoar gondang sabangunan juga dimainkan dalam konteks ansambel gondang hasapi.
Ansambel ini terdiri dari hasapi ende (sejenis gitar kecil yang punya dua tali yang main melodi), hasapi doal (sejenis gitar kecil yang punya dua tali yang main pola irama),garantung (sejenis gambang kecil yang main melody ambil peran taganing dalam ansambel gondang hasapi), sulim (sejenis suling terbuat dari bambu yang punya selaput kertas yang bergetar, seperti sulim dze dari Cina), sarune etek (sejenis klarinet yang ambil peran sarune bolon dalam ansambel ini),dan hesek (sejenis alat perkusi yang menguatkan irama, biasanya alat ini ada botol yang dipukul dengan sebuah sendok atau pisau).
Tangga nada yang dipakai dalam musik gondang hasapi hampir sama dengan yang dipakai dalam gondang sabangunan, tetapi lebih seperti tangga nada diatonis mayor yang dipakai di Barat. Ini karena pengaruh musik gereja. [Bersambung ke 3]
[+]
GONDANG, Warisan Yang Kurang Dihargai (1)
Bangsa Batak termasuk suku Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak-Dairi, Mandiling, dan Angkola. Menurut kebiasaan di Indonesia, kalau kita dengar kata “Batak” kita biasanya pikir tentang kebudayaan Batak Toba. Kemudian, kecuali kita yang bekerja dalam suasana anthropolog atau etnomusikolog, istilah “musik Batak” hampir selalu disamakan dengan musik Batak Toba
.
Kalau kita pikir tentang musik Batak, apakah itu yang timbul dalam akal kita? Dalam kota-kota besar seperti Medan, jawabnya hampir selalu terkait dengan musik pop Batak seperti musik trio vokal yang biasanya bisa didengar di pesta kawin, siaran radio musik Batak, Karaoke, lapotuak dsb.
Bila musik pop Batak dipersembahkan di video biasanya di kaset karaoke, rasanya hampir selalu ada tentang kerinduan desa, danau toba, dan gaya hidup yang sering dianggap sudah hilang.
Dalam video sejenis ini, sering penyanyi dan penari pakai pakaian tradisi menari tortor di depan rumah tradisi, atau dipinggir danau toba. Dalam video ini, kadang kita melihat sekilas ansambel musik tradisi Batak Toba; Gondang Sabangunan dan Gondang Hasapi.
Penglihatan sekilas ini, bagaimanpun biasanya sangat singkat sekali dan hampir tidak pernah dibolehkan mendengar suara alat-alat ini dalam gambaran kebudayaan Batak Toba yang ditengahi dan diatur oleh media.
Kelompok musik tradisi Batak Toba sudah menjadi lambang kebudayaan yang dilucuti oleh konteks dan makna asli.
Gara-gara kekuatan media massa dalam hidup modern ini, masyarakat Batak Toba, khususnya pemuda yang tinggal di kota menganggap musik tradisi mereka sebagai simbol kebudayaan Batak tradisi,tetapi simbol tersebut melambangkan pemandangan hidup maupum astetis musik yang biasanya mereka asingkan dalam kehidupannya sehari-hari.[Bersambung]
[+]
| 10:41 |
Oleh : Mark Kenyton KESIMPULAN Sebagai mahasiswa etnomusikologi (pelajaran musik daerah), saya baru diperkenalkan kepada musik Pengalaman > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:32 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 10:26 |
Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 10:20 |
Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:14 |
Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:09 |
Keterangan Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 09:47 |
Pendapat > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 09:18 |
Lombok Utara - Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, yang berlangsung di masjid jamik Al-Fatah Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara berlangsung khidmat. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM |
| 07:54 |
Aceh Barat. Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1431 serentak di seluruh Aceh. Sebelumnya pada saat penentuan 1 Ramadhan sempat terjadi perbedaan, Berita > Aceh > Arla.Fm |
| 07:43 |
Blangpidie,Aceh Barat Daya-Rabu (9/9), sekitar pukul 22 .wib,suasana keramaian kota Blangpdie dan sekitarnya mewarnai suasana malam lebaran, sejumlah warga hilir mudik dengan menggunakan Berita > Aceh > Genta FM |
- budi h berkata : giatkan belajar biar ...
- Debora berkata : Kira\" ada perlombaan ...
- ali13 berkata : membenahi system yang ...
- cepo ajj berkata : bapak Yth. mohon maf ...
- baok berkata : bagi pmrnth kami sbg ...
- Ibe berkata : Keikut sertaan pewarta ...
- zaenal berkata : Produk dari TAKESU ASIA ...
- al-one berkata : kpnkh Ds Borju mnjdi ...
- pupuk ajaib berkata : *** Lele panen 29 hari,Belut ...
- berkata : bagus kak fotonya aku ...





