- Tue, 09 Feb 2010

- HALAMAN UTAMA
- SIAPA KAMI
- ANGGOTA
- UNDUH
- UMPAN BALIK
Produk Komunitas
Naskah Drama Radio
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri
Tema: Peran dan Tanggung Jawab Pelaku Program PNPM
Tujuan: 1. Pendengar memahami siapa dan bagaimana aktor-aktor yang berperan dalam PNPM Mandiri
2. Kelompok sasaran (warga miskin dan perempuan) PNPM memiliki kesadaran untuk mendorong para aktor PNPM menjalanklan peran sebagaimana mestinya.
Durasi: 15 menit
Tokoh:
1. Bu Yati, membuka usaha warung
2. Pak Saep, suami Bu Yati
3. Rusdi, lulus SMA jadi tukang ojek, sering mampir di warung Bu Yati
4. Pak Samsudin, Fasilitator Teknis program PNPM
Lokasi
Atmosfer
Tokoh
Dialog
Narator:
Para pendengar.. Selamat menyimak drama radio “Meraih Asa”.. Sebuah drama radio yang menceritakan lika liku pelaksanaan PNPM Mandiri.
Para Pendengar selamat mengikuti...
Warung Bu Yati
Pagi hari, sekitar jam 9 Bu Yati pulang dari pasar diantar Rusdi, tukang ojek. Alunan musik dangdut terdengar dari kejauhan, dari arah warung Bu Yati
(Bu Yati turun dari motor, Rusdi mematikan motornya)
Bu Yati: Duduk dulu Dik.
(Rusdi menjawab singkat, turun dari motor dan memeriksa rantai motornya yang agak longgar)
Rusdi: He..eh
(Bu Yati memanggil suaminya, Pak Saep yang sejak tadi asyik mendengarkan radionya)
Bu Yati: Pak ! Pak !
Pak Saep: Ya Bu !
Bu Yati: Bantuin dong
(dari dalam warung)
Pak Saep: Ya ya. ...Wah... kelihatannya banyak sekali barangnya hari ini bu, tidak biasanya,
Bu Yati: Iya, kan pelanggan kita bertambah sekarang. Itu lho, Bapak-bapak yang rapat di Kantor Desa sering mampir ke sini, makanya ibu siapin lebih banyak biar ndak kayak kemarin, kehabisan...
(Sesaat setelahnya Bu Yati menawarkan kopi kepada Rusdi)
Bu Yati: Dik Rusdi, tak buatin kopi dulu ya? Jangan kuatir, ongkosnya ndak di potong kok.
Rusdi: Ya, bolehlah !.
(Sesaat kemudian musik dangdut terhenti, sekilas terdengar info terbaru dari Radio Komunitas Suara Makmur FM. Rusdi tampak memperhatikan)
Rusdi: Info apa itu Bu ?
(Sambil membersihkan lapak dagangannya)
Bu Yati: Kayaknya akan ada dialog di radio...
(Pak Saep ikut nimbrung)
Pak Saep: Dialog tentang apa ? Besarin radionya Bu !
(Bu Yati membesarkan volume radio)
Pak Saep: Oo.. PNPM Mandiri
Rusdi: Masalah PNPM kan sudah sering dibahas Pak ?
Pak Saep: Ya, tapi pembahasannya kan tidak sama, siapa tau ada hubungannya dengan kita, warga disini.
Bu Yati: Ya, mungkin saja, soalnya kemarin dengar-dengar dari Pak Burhan, waktu mampir di sini, bilang kalo jalan ini akan diperbaiki.
Rusdi: Pak Burhan itu siapa Bu ?
(Pak Saep mendahului Bu Yati)
Pak Saep: Pak Burhan itu, Ketua TPK di desa kita. Beliaulah yang memimpin semua kegiatan termasuk administrasi dan keuangan, yang dilaksanakan melalui dana PNPM Mandiri, di desa kita ini. Beliau yang terpilih waktu diadakan musyawarah di Kantor Desa.
Rusdi: Jadi, bukan Kepala Desa Pak ?
Pak Saep: Bukan ...Kepala Desa tugasnya untuk membina dan mengendalikan kelancaran serta keberhasilan pelaksanaan PNPM. Kepala Desa bersama BPD berperan untuk menyusun peraturan, serta pengembangan dan pelestarian aset PNPM. Beliau tidak boleh terlibat langsung, karena dikhawatirkan terjadi penyimpangan-penyimpangan, lagi pula kalo Kepala Desa terlibat, justru akan meninggalkan urusan-urusan yang lain, terutama dalam melayani kepentingan warga.
Rusdi: Wah Pak Saep banyak tahu nih tentang PNPM, pasti sering ke kantor Desa
(Pak Saep berlagak pintar)
Pak Saep: Bukan begitu Dik Rusdi, tapi kebetulan tadi malam ada penjelasan langsung dari Bang Wilis, di radio kita. Sekali-sekali kan perlu kita tahu permasalahan di desa kita. Biar lebih transparan Dik Rusdi.
Bu Yati: Ya Dik Rusdi, saya juga tidak setuju kalo Kepala Desa akan meninggalkan tugasnya gara-gara PNPM Mandiri ini.
(Saat terjadi pembicaraan hangat, tampak semakin mendekat seorang pria membawa tas punggung, alat ukur dan alat tulis menuju warung tersebut)
Rusdi: Ya ..ya... saya ngerti sekarang
Bu Yati: Itu siapa ya ? yang bawa ransel, dari tadi saya perhatikan bolak-balik di ujung jalan itu..
Pak Saep: Mmmh...siapa ya..? Jangan-jangan dia lagi ngukur jalan ini Bu..
Rusdi: Iya..ya.. Apa bukan orang suruhannya Pak Burhan itu Pak ?
(Sambil mengingat-ingat)
Bu Yati: kayaknya saya pernah lihat Bapak itu...ya ... tapi... dimana ya ...?
Pak Saep: Ah, ibu ini ngawur... sebaiknya kita tunggu saja. Kayaknya dia akan kemari.
(Bu Yati bergegas masuk, mengecilkan radionya dan menyiapkan kopi dan snack)
Pak Sam: Assalamu’alaikum...........
(Serentak menjawab): Wa’alaikum salam.......
Pak Saep: Mari Pak, silahkan duduk !
(Pak Saep ingin segera menanyakan perihal yang dibicarakan tadi)
aa... maaf Pak, kelihatannya Bapak sedang melakukan sesuatu
Pak Sam: Ya...kebetulan saya sedang melakukan survei, terkait keinginan masyarakat untuk memperbaiki jalan yang rusak ini, soalnya jalan ini selalu menjadi pembahasan setiap ada musyawarah di desa, tapi belum bisa terwujud karena minimnya dana. Tahun ini dana PNPM Mandiri untuk kecamatan kita mengalami peningkatan, sehingga kita harapkan keinginan masyarakat bisa segera terwujud.
Rusdi: Maaf Pak ! kalau boleh tahu, Bapak ini siapa dan tugas Bapak di desa kami ini untuk apa ? Jujur saja Pak, masalah PNPM ini sering saya dengar, terutama di Suara Makmur FM, tapi ndak tahu kegiatanya seperti apa.
- Berita Audio Suarakomunitas Minggu I Februari[dibaca : 97 x]
- Studio Mini PPK FM dari Hasil DISKUSI PNPM[dibaca : 95 x]
- Kornas DISKUSI Kunjungi Rakom Primadona[dibaca : 91 x]
- BLM PNPM Kucurkan Bantuan 160 Juta di Kelurahan Dayan Peken[dibaca : 58 x]
- INDIE Radio sementara Off. Ada perbaikan teknis[dibaca : 55 x]
- Darsa FM Aceh, Segera Miliki Listrik Tenaga Matahari[dibaca : 54 x]
- RKPS Jalin Kerjasama dengan Radio Kang Guru[dibaca : 53 x]
- Handphone Berdampak Negatif di Wilayah Pondok Pesantren[dibaca : 53 x]
- Penyalahgunaan Kost-an[dibaca : 41 x]
- Peningkatan Pemahaman Konservasi Laut Melalui Wisata Pendidikan Lingkungan Laut Pada Siswa[dibaca : 37 x]



