- Tue, 09 Feb 2010

- HALAMAN UTAMA
- SIAPA KAMI
- ANGGOTA
- UNDUH
- UMPAN BALIK
Liputan Khusus
Menonton Simfoni ISI Jogjakarta di Jakarta
Jam 20:00 kurang lima menit antrian di loket Gedung Balai Budaya sudah mulai sepi. Namun, di lobi bagian samping di dalam gedung para penonton orkes simfoni masih ramai bercengkrama dan belum masuk ke arena pertunjukan. Ada sederet meja setelah pintu masuk, tempat beragam brosur, profiles dan majalah seni ditata apik dan boleh diambil para pengunjung yang berminat. Ada beberapa poster kartun terpajang di dinding dalam lobi. Satu yang 'lucu', ialah potret deretan bermacam-macam sandal di depan teras tempat ibadah yang bertuliskan 'batas suci'. Judulnya: 'Di Hadapan Tuhan Semuanya Sama'.
Harga tiket masuk Rp.10.000,-. Ini mengherankan, karena pengunjung boleh mengambil brosur atau katalog yang nilainya sampai dua kali lipatnya bahkan lebih. Penonton seperti nonton gratis, malah dapat bonus.
Tetapi, acara pergelaran memang bukan acara tunggal. Pergelaran Orkes Simfoni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itu merupakan salah satu mata acara dalam Festival Seni Indonesia 2009 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 6 - 8 Oktober 2009. Festival seni tersebut bertajuk 'Root of Identity' atau 'Akar Identitas'.
Dari balkon belakang kursi paling depan, tempat strategis untuk memotret seluruh panggung pertunjukan, pergelaran dapat dinikmati dengan kualitas suara yang bagus. Malam itu beberapa komposisi dimainkan para dosen dan mahasiswa ISI Jogjakarta dalam 4 sessi. Satu sessi makan waktu kira-kira 20 menit. Lalu jeda sekitar 5 menit setiap sessi.
Karena orkes simfoni ini milik perguruan tinggi seni, maka tidak mengherankan kalau yang dilibatkan juga para professor, misalnya Prof.Drs.Triyono Bramantyo PS,M.Ed.,Ph.D., sebagai music director. Conductor pergelaran, yakni Drs. I G.N. Wiryawan Budhiana, M.Hum., yang bertugas memimpin pergelaran dari tengah bagian depan para pemain orkestra, malam itu berpakaian jas hitam dengan bagian belakang memanjang hingga hampir belakang lutut, tampil dengan semangat yang pas. Selama pertunjukan Orkes ISI menampilkan lebih dari 6 komposisi.
Yang menarik adalah komposisi cantik dari usaha memadukan instrumen orkestra Barat yang didominasi oleh alat gesek dan tiup dengan iringan gamelan gong Bali, berjudul 'Night and Day in Bali'. Komposisi yang diciptakan pada tahun 2005 oleh Budhi Ngurah, panggilan sang konduktor, berdurasi 15 menit, bagai bertutur tentang kehidupan siang dan malam di Bali. Ada kelembutan tabuhan pada bagian awal, lalu seperti biasa menghentak-hentak pada beberapa bagian lainnya, mengalunkan suatu irama dengan kandungan semangat kehidupan sehari-hari pada masyarakat Bali.
Telinga awam mungkin agak merasa unik dengan paduan musik dari dua kebudayaan yang berbeda tadi, Barat vs Timur, diatonik dan pentatonik. Terpikir: "Dapatkah dua teori musik tersebut menghasilkan harmoni irama yang dapat diterima? Mampukah para pemainnya memadukan irama rasa dari instrumen-instrumen musik yang dimainkannya sehingga terdengar suatu komposisi musik yang cantik?"
Pada mulanya terdengar sedikit tersendat, seperti mencoba saling menyesuaikan diri--terutama irama gamelan, namun selanjutnya terasa bedanya dengan komposisi-komposisi lain yang dimainkan juga di panggung itu.
Keluar dari Gedung Balai Budaya, TIM, pada malam itu, saya seperti bermimpi. Hujan baru saja reda. (AEM)
- Berita Audio Suarakomunitas Minggu I Februari[dibaca : 97 x]
- Studio Mini PPK FM dari Hasil DISKUSI PNPM[dibaca : 95 x]
- Kornas DISKUSI Kunjungi Rakom Primadona[dibaca : 91 x]
- BLM PNPM Kucurkan Bantuan 160 Juta di Kelurahan Dayan Peken[dibaca : 58 x]
- INDIE Radio sementara Off. Ada perbaikan teknis[dibaca : 55 x]
- Darsa FM Aceh, Segera Miliki Listrik Tenaga Matahari[dibaca : 54 x]
- RKPS Jalin Kerjasama dengan Radio Kang Guru[dibaca : 53 x]
- Handphone Berdampak Negatif di Wilayah Pondok Pesantren[dibaca : 53 x]
- Penyalahgunaan Kost-an[dibaca : 41 x]
- Peningkatan Pemahaman Konservasi Laut Melalui Wisata Pendidikan Lingkungan Laut Pada Siswa[dibaca : 37 x]
- Combineri: Come to "Pelatihan Radio Komunitas di Salatiga, Jawa Tengah" Wednesday, January 19, 2011 from 11:30 pm to 2:30 am.... http://bit.ly/5pX2Tt
- Combineri: I posted 2 photos on Facebook in the album "Kantor CRI" http://bit.ly/64ibUc
- Combineri: Januari 2010, Radio Kanal Besuki Timur (KBT) Mengudara http://bit.ly/5EI8JX
- Combineri: Radio Komunitas Media Komunitas Berbagi http://bit.ly/8QUYH3
- Combineri: Seluruh manajemen dan staf Combine Resource Institution mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya putra Ibu... http://bit.ly/8790fW



