Liputan Khusus
Menonton Simfoni ISI Jogjakarta di Jakarta
Jam 20:00 kurang lima menit antrian di loket Gedung Balai Budaya sudah mulai sepi. Namun, di lobi bagian samping di dalam gedung para penonton orkes simfoni masih ramai bercengkrama dan belum masuk ke arena pertunjukan. Ada sederet meja setelah pintu masuk, tempat beragam brosur, profiles dan majalah seni ditata apik dan boleh diambil para pengunjung yang berminat. Ada beberapa poster kartun terpajang di dinding dalam lobi. Satu yang 'lucu', ialah potret deretan bermacam-macam sandal di depan teras tempat ibadah yang bertuliskan 'batas suci'. Judulnya: 'Di Hadapan Tuhan Semuanya Sama'.
Harga tiket masuk Rp.10.000,-. Ini mengherankan, karena pengunjung boleh mengambil brosur atau katalog yang nilainya sampai dua kali lipatnya bahkan lebih. Penonton seperti nonton gratis, malah dapat bonus.
Tetapi, acara pergelaran memang bukan acara tunggal. Pergelaran Orkes Simfoni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itu merupakan salah satu mata acara dalam Festival Seni Indonesia 2009 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 6 - 8 Oktober 2009. Festival seni tersebut bertajuk 'Root of Identity' atau 'Akar Identitas'.
Dari balkon belakang kursi paling depan, tempat strategis untuk memotret seluruh panggung pertunjukan, pergelaran dapat dinikmati dengan kualitas suara yang bagus. Malam itu beberapa komposisi dimainkan para dosen dan mahasiswa ISI Jogjakarta dalam 4 sessi. Satu sessi makan waktu kira-kira 20 menit. Lalu jeda sekitar 5 menit setiap sessi.
Karena orkes simfoni ini milik perguruan tinggi seni, maka tidak mengherankan kalau yang dilibatkan juga para professor, misalnya Prof.Drs.Triyono Bramantyo PS,M.Ed.,Ph.D., sebagai music director. Conductor pergelaran, yakni Drs. I G.N. Wiryawan Budhiana, M.Hum., yang bertugas memimpin pergelaran dari tengah bagian depan para pemain orkestra, malam itu berpakaian jas hitam dengan bagian belakang memanjang hingga hampir belakang lutut, tampil dengan semangat yang pas. Selama pertunjukan Orkes ISI menampilkan lebih dari 6 komposisi.
Yang menarik adalah komposisi cantik dari usaha memadukan instrumen orkestra Barat yang didominasi oleh alat gesek dan tiup dengan iringan gamelan gong Bali, berjudul 'Night and Day in Bali'. Komposisi yang diciptakan pada tahun 2005 oleh Budhi Ngurah, panggilan sang konduktor, berdurasi 15 menit, bagai bertutur tentang kehidupan siang dan malam di Bali. Ada kelembutan tabuhan pada bagian awal, lalu seperti biasa menghentak-hentak pada beberapa bagian lainnya, mengalunkan suatu irama dengan kandungan semangat kehidupan sehari-hari pada masyarakat Bali.
Telinga awam mungkin agak merasa unik dengan paduan musik dari dua kebudayaan yang berbeda tadi, Barat vs Timur, diatonik dan pentatonik. Terpikir: "Dapatkah dua teori musik tersebut menghasilkan harmoni irama yang dapat diterima? Mampukah para pemainnya memadukan irama rasa dari instrumen-instrumen musik yang dimainkannya sehingga terdengar suatu komposisi musik yang cantik?"
Pada mulanya terdengar sedikit tersendat, seperti mencoba saling menyesuaikan diri--terutama irama gamelan, namun selanjutnya terasa bedanya dengan komposisi-komposisi lain yang dimainkan juga di panggung itu.
Keluar dari Gedung Balai Budaya, TIM, pada malam itu, saya seperti bermimpi. Hujan baru saja reda. (AEM)
- Liputan Khusus
- dibaca 300x
- [0] komentar
| 17:39 |
Tri Astoto Melangkah ke Istana NegaraUJUNG - Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 10 Parepare Tri Astoto K SPd terpilih sebagai kasek berprestasi tingkat Sulawesi Selatan. Karena Berita > Sulawesi Selatan > GSP Radio |
| 17:33 |
Di tengah masa tenang pemilukada kabupaten wonosobo, sejumlah remaja dan pemuda yang tergabung dalam forum muda wonosobo mengharapkan pada semua pihak agar proses pemilukada kabupaten wonosobo yang Berita > Wonosobo > Pendawa FM |
| 09:55 |
Kepala desa pagowan Sahuri sudah lama sakit, hingga akhirnya memunculkan manufer politik dari rifal saat dia mencalonkan kepala desa, pada tahun 2007 atau tiga tahun yang lalu, hingga saat ini masih Berita > Lumajang > TCSemeru FM |
| 01:01 |
Kabupaten Sinjai saat ini sedang menjalankan Program Sinjai hijau dan bersih guna untuk mengatasi masalah Lingkungan khususnya persampahan dan untuk membuat Kabupaten Sinjai menjadi kota hijau dan bersih.untuk Berita > Sulawesi Selatan > Allstar FM |
| 23:42 |
1. Latar BelakangIde pendirian radio berawal dari poses perjalanan IPNU-IPPNU Kecamtan Dukun yang merindukan adanya sebuah program pemberdayaan warga sebgai langkah real yang bermanfaat Artikel > Magelang > K FM |
| 17:19 |
Lombok Utara - Berdasarkan hasil monitoriong lapangan yang dilakukan oleh Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan (PJOK) PNPM di sembilan desa se-kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Pengalaman > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM |
| 17:11 |
Lombok Utara - Belum cairnya dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dikeluhkan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) selaku pelaksana Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM |
| 15:38 |
KENDARI - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara (KPID Sultra) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Penyiaran dengan Tema "Optimalisasi Peran dan Fungsi Berita > Sulawesi Tenggara > Tridharma FM |
| 15:07 |
Berita > Lampung > Pelangi 107,8 FM |
| 14:49 |
Kendari, Memasuki bulan ke-4, Alpen Sultra dalam programnya Kesehatan Reproduksi (Kespro) untuk masyarakat Pulau Saponda, telah menemukan beberapa indicator keberhasilan. Sala satunya Berita > Sulawesi Tenggara > Ekeng_Komunitas Hijau |
- mohamad zulichan berkata : maju terus rakom indonesia ...
- mohamad zulichan berkata : ...
- BONAR berkata : bUNG WALHI SUMUT TEROPONG ...
- kostaman berkata : Saya mencari bibit belut ...
- kostaman berkata : kalo bisa dinas pertanian ...
- Dian-Ishak IGA FM berkata : Kembali kasih tuk elsa ...
- daniel berkata : Simple kit of the Buster ...
- bowo berkata : Pak, ada no telp yang ...
- Raden Wisnu Sumantri berkata : Terbukti,, bukan keadaan ...
- Raden Wisnu Sumantri berkata : Karena SMA 1 BAYAN saya ...





1. Latar BelakangIde pendirian radio berawal dari poses perjalanan IPNU-IPPNU Kecamtan Dukun yang merindukan adanya sebuah program pemberdayaan warga sebgai langkah real yang bermanfaat
Lombok Utara - Berdasarkan hasil monitoriong lapangan yang dilakukan oleh Penanggung Jawab Oprasional Kegiatan (PJOK) PNPM di sembilan desa se-kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara
Lombok Utara - Belum cairnya dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dikeluhkan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) selaku pelaksana






