Halaman Utama

  • Nov
    07
    2009
    18:15

    PNPM Bayan Terkendala Pendanaan

    Bayan-KLU, Salah satu kendala yang dialami PNPM Bayan adalah belum cairnya pendanaan dari pemerintah pusat. Sementara disisi lain dari pemerintah propinsi NTB, sudah melakukan perencanaan mulai dari MAD sosialisai di tingkat kecamatan yang dilanjutkan dengan musyawrah di 9 desa yang ada di kecamatan Bayan sudah rampung dan dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan fasilitator desa yang akan turun untuk penggalian gagasan di tingkat dusun. ... selengkapnya

  • Nov
    07
    2009
    18:15

    SK Kades Sambik Elen Perlu Direvisi

    Sambik Elen-KLU, Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang memberhentikan dan mengganti semua stap dan sekertaris desa perlu di revisi, karena pengangkatan atau pemberhentian Sekdes itu wewenang dari Sekertaris Daerah (Sekda) KLU. ... selengkapnya

  • Nov
    07
    2009
    15:34

    Papan Penunjuk Arah

    Malu Bertanya Sesat Di Jalan. Kata-kata itu mungkin sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Bahkan masih banyak orang yang memiliki sifat tersebut. Kemudian anehnya juga, itu pun sering terjadi di pintu masuk kawasan wisata Sesaot. Terutama bagi para wisatawan yang baru pertama kali  mengunjungi kawasan wisata Aiq Nyet, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. ... selengkapnya

  • Nov
    07
    2009
    15:34

    Mayoritas Kelompok Perempuan Produktif Belum Tersentuh SPP PNPM

    Ibu-ibu rumah tangga yang berdomisili di sekitar kawasan hutan Sesaot mayoritasnya sering berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Baik yang diadakan oleh desa maupun instansi-instansi pemerintah lainnya. Pada kesempatan tersebut, ibu-ibu atau kelompok perempuan produktif menggunakan kesempatannya untuk memperenalkan hasil-hasil keterampilan mereka sendiri maupun kelompok-kelompok mereka. Baik itu dalam bentuk keterampilan tangan, makanan ringan atau cemilan, dan olahan-olahan hasil hutan lainnya. Semuanya  siap untuk dikonsumsi dan ditawarkan kepada masyarakat sekitar atau pun para pendatang. Entah yang tujuannya berwisata maupun untuk tamu-tamu yang mengikuti  kegiatan yang sedang dilaksanakan di wilayah Sesaot. ... selengkapnya

  • Nov
    07
    2009
    15:34

    Kawasan Tiga Gili Perlu Ditata Lagi

    KLU – Kawasan wisata tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) yang ada diwilayah Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah semestinya dibenahi dan ditata lagi untuk menambah daya tarik bagi wisatwan yang berkunjung kekawasan ini. Demikian dikatakan Owner Hotel Vila Ombak, Gili Trawangan, KLU, Mr. Zaenal pada Suara Komunitas belum lama ini, “ Kawasan tiga gili harus ada penataan dan pembenahan yang melibatkan semua pihak agar daya tarik dan nilai jual dapat lebih maksimal lagi, artinya pembenahan ditingkat promosi dan juga penataan dikawasan wisata, ungkapnya. “ Kita rencanakan melakukan pembenahan di gili Trawangan terlebih dahulu, baru kita lanjutkan kedua gili berikutnya, keterlibatan semua pihak, baik masyarakat, pelaku wisata dan juga dinas terkait sangat menentukan rencana ini, tambah Zaenal. Sementara Amirulah (29), salah satu manager losmen (penginapan) yang ada di Gili Trawangan, menambahkan, “ kujungan wisatawan yang masuk kekawasan tiga gili kondisinya masih cukup memuaskan, tapi kalau tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan dan penataan disumua bidang, maka tidak menutup kemungkinan situasi kunjungan malah akan terbalik, contoh, persoalan listrik yang kerap kali dikeluhkan wisatawan yang juga berpengaruh pada sektor pelayan, jadi sudah seharusnya hal ini kita atasi, tandasnya. (adam Gita Swara) ... selengkapnya

  • Nov
    05
    2009
    22:52

    Bocah Terkapar Tertabrak Sepeda Motor

    Labuhan Lombok – Lotim,  Pada hari kamis 5 November 2009 sekitar 17.15 wita,  Ripai seoarang bocah berusai 7 tahun  terkapar berlumuran darah dijalan raya Lab. Lombok Kecamatan Pringgabaya-Lotim.
      ... selengkapnya

  • Nov
    05
    2009
    22:51

    Menyoal Kesejahtraan Kepala Dusun bagian 1 Kesejahtraan Kadus Sangat Minim

    Untuk menjadi suatu daerah yang mampu bersaing dan menjadi daerah yang kuat dalam segala bidang baik pada sektor pembanguna ekonomi maupun sektor pemerintahan, KLU  harus  mapu memperhatikan hal yang paling bawah terlebih dulu, salah satunya system pemeritahan yang berada di grass root,  yakni pemerintahan dusun. ... selengkapnya

  • Nov
    05
    2009
    18:52

    Potensi Kelautan di KLU Perlu Dukungan Perbankan

    KLU - Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) perlu dukungan dari pihak perebankan. Pasalnya, keinginan nelayan untuk mengembangkan usahanya seperti budidaya keramba atau yang lain membutuhkan modal usaha yang memadai. Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan (KPPK) KLU, Ir L Mustain,MM menyatakan hambatan yang dihadapi nelayan terbentur dengan jaminan jika mereka ingin meminjam dana di bank. Banyak nelayan tak memiliki jaminan jika berurusan dengan bank. ‘’Potensi kelautan dan perikanan di sini (KLU,red) cukup banyak, seperti rumput laut, budidaya keramba dan rumpon,’’ kata Mustain, saat di temui Suara Komunitas belum lama ini. Selain perbankan, bisa saja pemerintah KLU sebagai penjamin dalam membantu nelayan mendapatkan pinjaman kredit, karena nelayan tak memiliki jaminan seperti yang diminta oleh perbankan. ‘’Masalah ini sudah kita sampaikan ke Bappeda KLU, apakah bisa pemerintah memberikan jaminan bagi nelayan,’’ jelas Mustain. Kepala Bappeda KLU Ir Nanang Matalata, menyatakan dana penjamin itu bisa saja dari dana alokasi khusus (DAK). Namun, apakah APBD mampu membiayai jaminan itu atau tidak. Masalah ini, ujarnya perlu dibicarakan oleh kelompok nelayan yang membudidayakan keramba atau keramba apung. Menurut Mustain, pihaknya akan membuat peta potensi kelautan guna mengetahui lokasi komodite perikanan di daerah ini. Seperti potensi rumput laut, budidaya mutiara, keramba atau rumpon. Dengan memiliki data potensi itu, ujarnya nelayan bisa mengembangkan usahanya. Seperti diketahui, nelayan Dusun Tampes, Kecamatan Kayangan, KLU kini sedang mengembangkan rumpon laut dalam yang produksi cukup besar. Atas jerih payahnya mengembangkan rumpon, Ketua kelompok nelayan setempat, Masri berhasil meraih juara tingkat nasional baru-barui ini. (adam Gita Swara) ... selengkapnya

Unduh

Berita Komunitas

Radio Komunitas

Pendapat Warga

Berbagi Pengalaman

Karya Komunitas

Artikel

Tutorial

Produk Komunitas

DISKUSI-FILE

Laman Anggota





Mendaftar | Lupa Kata Sandi
Kunjungi Juga
Pasar Komunitas Indonesia